Skip navigation

JIKA ANDA DI TUGASKAN MENJADI GURU DI PELOSOK INDONESIA

1.     KEBUDAYAAN SUKU DAMAL

  • Tradisi Kepemimpinan Di Suku Damal

Dalam kebudayaan suku Damal,kriteria untuk menjadi pemimpin(pemimpin adat, pemipimpin perang atau pemimpin tertentu) tidak harus ditentukan oleh garis keturunan. pemimpin dapat mucul secara alamiah oleh proses waktu dan situasi sosial, serta lingkungan ekologis yang mempengaruhi perilaku kepemimpin taradisional pada tingkat budaya mereka sendiri.

Kepemimpinan dalam kebudayaan Damal merupakan suatu peran atau tugas yang kompleks, sehingga ciri-cir,tipe, gaya dan fungsi, serta peranan danmodel kepemimpinan di perlukan bersifat situasional, artinya seorang figur memipin formal maupun informal dalam pandangan tardisioanal dapat melaksanakan fungsi-fungsi kepemimpinan sesuai dengan karakteristik kebudayaan masyarakat taradisional tersebut.

 

A. Menagawan

Seorang pemimpin dengan sebutan Menagawan dalam kebudayaan Damal adalah seorang figur yang bijaksana dan dapat menepati janji sesuai skala tujuan, skala waktu,skala metode. Menagawan berkewajiban untuk memastikan cukup makan,minum,serta bentuk-bentuk kesejahteraan lainnya. Dia harus mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakatnya.

B. Kalwang 

Kalwang adalah pemimpin informal yang diakui dan dihargai sebagai kepalah suku,ketua dewan adat,tokoh pemudah ataupun kepala dusun dengan cara memanipulasi “orang-orang” dengan persepsi terhadap situasi, kepentingan dan kepentingan mereka.

C.Woem-wang

Woem-wang adalah seorang pemimpin yang menguasai atau dianggap memiliki kemampuan mengatur siasat,taktik, dan strategi perang suku. Mereka dianggap memiliki kesaktian atau kekuatan mistik yang dapat mengalahkan musuh.

D. Woem-mum

Woem-mum adalah seorang pokok perang yang bertanggungjawab atas pengorbanan jiwa selama kegiatan perang suku. Figur pemimpin ini harus menanggung resiko tinggi, walaupun situasi perang suku telah selesai atau aman.Karena sewaktu-waktu pihak korban dapat menuntut kembali atas pengorbanan sanak saudaranya yang gugur selama perang suku tersebut.

 

 

  • PAKAIAN KHAS SUKU DAMAL

 

Suku Damal memiliki dua jenis pakaian, yaitu koteka dan taing kotekataing. Koteka di pakai oleh kaum pria dan taing dipakai oleh kaum wanita. Pakaian tradisional ini di pakai oleh nenek moyang Orang Damal dan secara turun-menurun sampai sekarang ini… walaupun sekarang di kota-kota tidak terlihat tetapi ketika kita sampai pedalaman Daerah orang Damal akan menyumapai pakaian tradisional tersebut.

Pakaian asli perempuan Damal adalah punigip taing yang artinya kulit kayu ngenyemon, cara membuatnya adalah kulit ngenyemon dikupas lalu dijemur di matahari hingga kering sehingga berbentuk benang,, benang-benang tersebut kemuadian diguanakan dalam dua bagain atau dua macam bentuk yang pertama dibikin tebal-tebal untuk perempuan dewasa dan yang kedua kulit kayu tersebut dipintalkan anyam dengan ukuran panjang yang sering disebut kuteing.cara pakainya adalah dengan cara dililitkan pada pinggul.

Koteka dibuat dari labu berukuran panjang dan kecil yang sudah dikeringkan. Koteka yang menyerupai tabung silinder dipakai untuk menutupi alat kelamain laki-laki,

2.     APA YANG AKAN ANDA AJARKAN

1. Tentang apa pelajaran yang akan anda ajarkan

Pelajaran yang akan saya ajarkan berhubungan dengan bahasa Indonesia  dan matematika. Dari bahasa Indonesia saya akan mengambil dua pelajaran yaitu MEMBACA dan MENULIS , sedangkan dari  matematika adalah PENJUMLAHAN, PENGURANGAN, PERKALIAN dan PEMBAGIN

2. Apa saja yang akan di ajarkan

Disini saya akan mengajarkan anak – anak membaca. Menulis, dan berhitung

Dari pelajaran membaca saya akan mengenalkan huruf – huruf alphabet terlebih dahulu varu saya akan mengajarkan mereka mengeja satu kata agar lebih mudah buat mereka dalam hal membaca ini. Jika sudah bisa mereka membaca saru kata makan akan mudah untuk mereka membaca satu kalimat panjang.

Sedangkan pada pelajaran menulis saya akan mengajarkan mereka menulis huruf – huruf alphabet dan menjadikannya sebuah kata agar bisa di rangkai oleh mereka menjadi suatu kalimat yang sempurna.

Dan pada pelajaran berhitung saya akan memperkenalkan anak – anak pada angka – angka dari angka 1 sampai 9 lalu mengajarkan mereka penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Setelah selesai saya mengajar mereka saya akan membuat suatu evaluasi agar saya mengetahui sampai mana mereka mengerti pelajaran yang selama ini saya ajarkan kepada anak – anak di suku damal ini.

3. Bagaimana cara mengajarnya

Saya akan menggunakan metode belajar yang fun tapi materi yang saya ajarkan tersampaikan kepada anak – anak didik saya. Seperti belajar membaca saya buat permainannya agar anak – anak mempunyai semangat belajar yang lebih. Seperti permainan tebak kata mereka menghafal huruf – huruf alphabet sekaligus menganak kata – kata.

3.     APA YANG ANDA HARAPKAN SETELAH ANDA SELESAI MENGAJAR

1. Hasil yang anda harapkan terhadap anak didik anda

Saya berharap setelah saya selesai mengajar di suku Damal ini anak – anak disini menjadi punya wawasan  dan lebih pintar. Dan saya juga berharap nantinya ilmu yang saya ajarkan kepada mereka dapat di pergunakan dengan baik. Dan di manfaatkan dengan seharusnya. Semoga ilmu yang saya berikan kepada merekapun bermanfaat untuk mereka semua.

2. Bagi masyarakat sekitar

Saya berharap di kedepannya nanti masyarakat di suku Damal ini lebih mementingkan pendidikan bagi anak – anaknya. Setidaknya anak – anak mereka memiliki pengetahuan lain selain budaya – budaya yang ada di dalam lingkungan suku Damal ini. Dan natinya mereka bisa memajukan seku mereka senidiri, agar dapat di pandang oleh masyarakat luas dan di akui bahwa suku mereka juga memiliki pendidikan.

3. Bagi diri anda

Bagi saya mengajar di sebuah suku pedalam adalah pengalam pertama saya mengajar sebuah suku di pedalaman Papua. Dan itu menjadi tantangan tersendiri di dalam hidup saya. Mungkin dengan ini saya jadi mengerti betapa pentingnya pendidikan bagi anak – anak di usia dini. Dengan pengalama ini saya jadi ingin terus mengajar suku di pedalan – pedalan yang tidak bisa terjangkau oleh pemerintah dan tidak ada tenaga pengajar di sana mungkin saya akan siap jika di panggil lagi untuk mengajar di suku pedalam. Dengan adanya pengalam ini saya beharap kedapannya saya jugfa dapat membantu kemajuan bangsa ini di bidang pendidikan.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: