Skip navigation

Implementasi dan Keseimbangan Nilai-nilai Demokrasi

Bangsa  Indonesia adalah bangsa  yang besar, bangsa yang majemuk dan plural baik dari segi budaya dan agama, tentunya dalam mengurusi bangsa yang besar ini tidaklah mudah. Oleh sebab itu perlu perjuangan yang sangat besar dalam membangun bangsa ini, Demokrasi sebagai system yang mewadahi pergerakan bangsa ini tidaklah sesempurna teori yang tertulis, bahkan praksis nya masih banyak yang menyimpang dari konstitusi yang dibangun atas dasar kolektif. Maka dari itu timbul sebuah pertanyaan besar dari benak kita sebagai anak bangsa ini.”Apakah Demokrasi sebagai sitem sudah mumpuni dalam membangun peradaban Negara Indonesia ini?”.
Pemandangan Demokrasi Indonesia pada akhir-akhir ini mulai pudar dari konsep kebangsaan yang sosialis, dikarenakan banyak hambatan yang sangat fundamental dalam bersikap sebagai negara yang demokratis, seperti birokrasi procedural yang merembet disegala tingkat kepemimpinan di bangsa ini. Bahkan birokrasi yang dibangun bukan berpihak kepada kepentingan rakyat akan tetapi menguntungkan elit yang mempunyai kepentingan di dalam bangsa ini. Sehingga demokrasi hanya tanpak dari bentuknya saja bukan mementingkan isi yang bisa menyebabkan equilibrium bangsa ini tidak ada.bahkan Buya Syafi’i Maarif dalam orasinya di symposium Nasional Restorasi Indonesia mengatakan “ Menatap Masa Depan Negara-Bangsa Indonesia” telah memberi refleksi filosofis kepada kita semua. Bahwa bagaimanapun idealnya’bentuk’(form) dan ‘isi’ (value) haruslah selaras dalam satu nafas. Kita tidak dapat memisahkan bentuk dari isi spritualnya atau melepaskan kan ‘isi’ dari ‘bentuk’ yang mewadahinya. Karena ketika keduanya sipisahkan satu sama lain, sudah pasti kita akan menjadi kehilangan substansi maknanya( nilai-nilai) sebagai tujuannya

Jika demokrasi hanyalah persoalan wacana dan substansi ( nilai-nilai) yang lahir tidak mencerminkan isinya, sebuah kebebasan, pengayoman, dan kesamaan akses(equal acces) tidak lagi disorakkan dan hak-hak manusiawi tidak lagi dilindungi, oleh sebab itu tidak ada bedanya kehidupan berbangsa pada saat ini dengan masa otoritarianisme yang sudah menenggelamkan suara rakyat yang termarginalkan oleh penguasa. Orde Baru yang berlansung dari tahun 1966 hingga 1998 meupakan praktik kekuasaan yang sangat visioner dalam jangka waktu tersebut ekonomi Indonesia berkembang pesat akan tetapi keseimbangan yang dibangun tidak mementingkan hajat hidup orang banyak, praktek korupsi berkembang pesat kesenjangan sosial terjadi, konflik antara kaum proletar dan borjuis semakin akut, bahkan eksploitasi alam untuk kepentingan keluarga(nepotisme), akan tetapi rakyat sebagai korban tidaklah diam mahasiswa yang idealisme kebangsaan yang berapi-api mulai meletupkan kemarahan dengan menyonsong pembebasan rakyat dari rezimpenguasa .Runtuhnya rezim penguasa pada tanggal 20 Mei 1998, gerakan rakyat mulai menyuarakan nilai-nilai kebebasan dengan me-Reformasikan segala aspek kehidupan berbangsa, usaha itu tersistem dalm bentuk wadah demokrasi, sistem yang dielukan mampu untuk mengubah kondisi bangsa ini, akan tetapi demokrasi hanya mampu menembus dalam persoalan politik. Status rakyat tetap marginal dan terdiskrimanasi demokrasi tidak seimbang. ”Jadi siapa yang disalahkan?”
Jadi apabila pemerintahan demokrasi kita sampai saat sekarang ini tidak sempurna jalannya banyak menyimpang dari dasarnya, itu bukanlah kesalahan demokrasi, melainkan kesalahan orang-orang atau golongan yang menjalankannya. Demokrasi tidak akan berjalan baik apabila tidak ada rasa tanggung jawab, demokrasi dan tanggungjawab adalah dua serangkai yang tidak dapat dipisah-pisah. Sebagaimana hak dan kewajiban adalah dua segi daripada keutuhan yang satu , demikian pula pemerintahan demokrasi dan tanggungjawab adalah dua segi timbal balik dari tuntutan moral”(M. Hatta 1957)

 

SUMBER :

http://birokrasi.kompasiana.com/2010/09/19/implementasi-dan-keseimbangan-nilai-nilai-demokrasi/

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: